Halaman

Tampilkan postingan dengan label Mutiara Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Kehidupan. Tampilkan semua postingan

2 Desember 2011

Mari Bersyukur! ^_^

Manusia emang gak pernah puas. Selalu aja ada celah untuk merasa bahwa dirinya gak cukup mendapatkan kebahagiaan, rezeki, nikmat, anugerah, dan sodara-sodaranya. Begitu juga denganku (hehehe...jadi ceritanya mo curhat nih :D)

Pada zaman dahulu kala, saat masih sekolah, saat masih nuntut ilmu kesana kemari, saat harus mengorbankan kebersamaan dengan keluarga untuk menuntut ilmu, saya pernah mikir:

30 November 2011

Cerita Tentang Keutamaan Sedekah

Long time no see.... :)
Kali ini saya ingin menunaikan janji dalam postingan Makna Sedekah sebelumnya. Ini dia cerita yang saya janjikan itu (dengan perubahan seperluanya). Silakan dibaca .... ^_^
***

Malam itu bulan bersinar terang di langit. Bintang-bontang bertaburan. Seorang lelaki bernama karim keluar dari rumahnya. Ia hendak mendegarkan ceramah di mesjid.

Setelah mendengar penjelasan dari imam mesjid tentang keutamaan sedekah, hati Karim tergerak. Imam masjid menjelaskan jika seseorang memiliki uang 1000 dirham lalu menyedekahkan 300 dirham, maka yang 30 dirham yang akan kekal dan dapat dinikmati di akhirat. Bahkan uang yang 30 dirham itu akan dilipatgandakan oleh Allah sebanyak 700 kali.


Selama ini, Karim dikenal pelit dan kikir. Namun, setelah insyaf dan taubat, Karim berniat untuk mengorbankan segala yang dimilikinya untuk mendapat ridha Allah. Maka, Karim pun mulai menyedekahkan hartanyta.
Karim menyiapkan kantong berisi 100 dirham untuk disedekahkan. Ia melangkahkan kakinya dan menuju satu rumah. Setelah pemilik rumah membuka pintu dan Karim mengucapkan salam, maka Karim pun segera memberikan kantong berisi uang tadi dan pergi.
Keesokan paginya, orang-orang di pasar ramai membicarakan Karim. Orang yang melihat Karim bersedekah kemarin mengatakan: "Dasar, sedekah kok sama pencuri!"
Obrolan itu pun sampai ke telinga Karim. Ia berkata di dalam hati, " Alhamdulillah telah bersedekah kepada pencuri"
Hari berikutnya ketika malam tiba, Karim melangkah keluar rumahnya dengan membawa sekantong uang. Ia memilih sebuah rumah, mengetuk pintunya dan mengucapkan salam. Seorang wanita membukakan pintu. Karim pun  segera memberikan sedekahnya dan berjalan pulang.
Keesokan harinya, orang-orang di pasar kembali ramai membicarakan ulah si Karim. Ternyata perempuan yang ia beri sedekah kemarin adalah seorang pelacur. Pembicaraan orang di pasar akhirnya sampai juga di telinga Karim. Ia hanya berkata, "Alhamdulillah, sudah bersedekah kepada pelacur"
Malam berikutnya, Karim kembali melaksanakan niatnya untuk bersedekah. Ia mengambil sekantong uang dan berjalan keluar rumah. Ia memilih sebuah rumah secara acak. Seperti malam-malam sebelumnya, ia mengetuk pintu, mengucapkan salam, dan setelah pemilik rumah keluar, ia memberikan uang tersebut dan segera pulang. 
Lagi-lagi, orang-orang di pasar ramai membicarakan tentang Karim dan sedekahnya keesokan harinya.
"Karim itu benar-benar aneh. Sedekah kok kepada orang kaya!!!"

Mendengar cerita tersebut dan kekeliruannya dalam memberikan sedekah, Karim hanya bisa berkata di dalam hati, "Alhamdulillah sudah bersedekah kepada pencuri, pelacur dan orang kaya"
Malam harinya, Karim tahajjud, kemudian tidur.
Di dalam tidurnya ia bermimpi didatangi seseorang yang memberi kabar kepadanya, "Sedekahmu kepada pencuri membuat pencuri itu insaf dan tidak mau mencuri lagi. Sedekahmu kepada pelacur membuat pelacur itu bertobat dan tidak berzina lagi. Sedekahmu kepada orang kaya membuat orang kaya tersebut sadar dan merasa malu lalu mau mengeluarkan infak dan sedekah. Sedekahmu yang ikhlas itu diridhio Allah SWT"
Setelah itu, Karim makin khusyuk beribadah dan banyak mengerjakan kebajikan. Dia sadar bahwa yang paling penting dalam sedekah adalah niat karena Allah. Karena Allah yang akan menilai diterima atau tidaknya ibadah seseorang

(Dikutip dari Ketika Cinta Berbuah Surga karya Habiburrahman El Shirazy)

10 November 2011

Makna Berbagi

Berbagi. Memberi. Satu kata sederhana namun memiliki banyak makna. Apalagi dalam kehidupan bermasyarakat.

Satu contoh kasus. Belajar dari kehidupan. 

Si A panen buah. Tetangganya ada yang tau. Tetapi ternyata si A ini tidak berbagi dengan tetangganya. Aku gak terlalu tau alasannya. Mungkin karena buah yang ia panen gak bagus? Berulat? atau alasan-alasan lain yang membuat ia tidak berbagi.

Dan mungkin tetangganya tidak terlalu berharap. Namun, komentar miring tetap saja terdengar. Ada yang mengatakan si A pelit lah. Si A ini lah. Si A itu lah. 

So, belajar dari kejadian tersebut, alangkah bagusnya jika kita bisa saling memberi. Jika kita memberi, maka kita akan diberi balasan yang lebih baik oleh Yang Maha Esa (tapi mungkin lebih baik memberi dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan apapun x ya? ^_^). Orang yang diberi pun biasanya akan senang. Bukankah membuat orang senang itu berpahala?

Oiy, aku pernah baca cerita tentang manfaat sedekah. Ceritanya bagus. Lupa sih dulu itu baca dimana dan siapa yang menceritakan. Mau tau ceritanya? Tapi tunggu di postingan selanjutnya ya ;-)

4 November 2011

RAHASIA HATI (ceile...)

Teringat lagunya Maidany,

"Kawan mungkin engkau lihat ia selalu
Tersenyum padamu
Namun dibalik senyumnya
Ternyata ia menyimpan duka yang pilu

Kawan mungkin engkau lihat ia selalu
Bercanda padamu
Namun di balik riangnya
Ternyata ia menyimpan air mata sayu
Kita terkadang menyembunyikan perasaan kita
Ooo…yang sebenarnya pada manusia
Untuk menyimpan wajah hati kita yang sesungguhnya
Ooo…seperti dua wajah pada satu tubuh

Lihatlah lebih dekat saudara kita
Agar tidak menerka isi hatinya
Bila tiada dapat mennjadi teman baiknya
Jadilah saudara yang selalu mendo’akannya

Setiap kita punya kisah
Setiap kita punya cerita
Setiap jiwa punya rahasia
Di mana hanya Allah yang tahu
Kita tiada tahu….."

So, bener tuh. kita gak pernah tahu apa isi hati orang lain. Mungkin di depan kita, dia berusaha untuk senantiasa tersenyum. Di depan kita, dia selalu terlihat ceria. Padahal di dalam hatinya, galau gundah gelisah sedih dan perasaan lainnya bercampur aduk sampe-sampe buat frustasi. 

Coba lah lebih memahami orang-orang di sekitar kita, terutama orang yang kita sayang. Jangan cuma ingin dimengerti saja. Paling nggak, selalu doakan mereka agar selalu diberikan yang terbaik, agar harapan dan impiannya bisa menjadi nyata, agar senantiasa sehat dan dimurahkan rezekinya, dan doa-doa lainnya untuk mereka 

Jangan sampai menyesal ya. Jangan sampai saat kita mau mengungkapkan semua rasa dan perhatian kita, orang tersebut sudah berlalu pergi dari kehidupan kita. Oke? :)

21 November 2010

Kisah Pilu Seorang Ibu

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan curahan hati seorang ibu. Saya sengaja menuliskannya disini untuk menjadi hikmah bagi kita semua.
Saya mengenal seorang ibu, Ibu ini memiliki kehidupan yang sederhana. Namun, dibalik kesederhanaannya, beliau bisa menghasilkan anak-anak yang berprestasi dan membanggakan. Anak-anak beliau memiliki kehidupan yang mapan dan karir yang bagus. Tetapi, beliau tetap dalam kesederhanaannya, hidup menyendiri di rumah tuanya dan tidak ingin menyusahkan anak-anaknya.
Ibu ini aktif dalam beberapa organisasi. Ia juga berpikiran terbuka dan lantang dalam menyampaikan pikirannya.
Suatu hari, si ibu memiliki suatu hasrat. Ada sesuatu yang beliau inginkan. Namun, beliau tidak bisa memilikinya. Maka, ia minta tolong pada salah satu anaknya agar dapat membantunya mendapatkan apa yang beliau inginkan. Anaknya itu tidak bisa membantu. Si anak juga mengatakan bahwa lebih baik tidak usah saja karena si anak juga tidak membeli barang tersebut. Saya tidak tahu bagaimana ceritanya, tetapi sempat terjadi perselisihan saat itu (menurut cerita si ibu). Perselisihan kecil memang.
Keesokan harinya, si ibu mendatangi si anak. Si ibu melihat bahwa si anak ternyata membohonginya. Si anak jadi membeli barang tersebut tanpa mengatakan kepada si ibu.
Si ibu agak kecewa karena anaknya sendiri mengatakan tidak akan membeli barang itu sebelumnya. Kemudian, timbul masalah-masalah lainnya. Hingga suatu hari si ibu menangis terisak-isak setelah berselisih dengan anaknya. Si ibu bercerita bahwa anaknya, anak yang telah dibesarkannya, telah membentak dirinya. Si ibu juga mengatakan betapa sakit hatinya mendengar kata-kata anaknya itu. Beliau bercerita sambil menangis terisak-isak. Beliau bercerita tentang kehidupan si anak dari masa kecilnya dan pengorbanan yang telah beliau lakukan untuk anak-anaknya. Namun ternyata, setelah beliau tua, setelah anak-anaknya sukses, perlakuan itu yang diterima oleh beliau.
Saya tidak bisa menghakimi si anak karena saya tidak tahu bagaimana ceritanya dari versi si anak. Tetapi, saya sempat membayangkan jika itu terjadi pada ibu saya. Jika suatu saat, walau tanpa sengaja, saya membuat ibu saya menangis dan kecewa, alangkah celakanya hidup saya. Saya pun sempat menitikkan air mata pada saat mendengar cerita ibu tersebut karena saya juga membayangkan hal yang sama terjadi pada ibu saya.
Sungguh, alangkah celakanya seorang anak jika ia sampai membuat hati orangtuanya terluka. Apalagi hati seorang ibu, ibu yang membesarkannya! Bahkan, dalam Islam pun diajarkan kepada kita untuk menghormati orangtua, terutama ibu. Ingat pertanyaan seorang sahabat yang bertanya kepada Nabi Muhammad, “siapa yang harus kita hormati di dunia ini ya Rasulullah?”
Nabi pun menjawab, “Ibu”
Nabi menjawab seperti itu sebanyak 3 kali, baru kemudian Nabi mengatakan “ayah”.
Dan di agama dan kepercayaan apapun, saya yakin, kita diharuskan untuk hormat kepada orangtua, menjaga perasaan mereka, dan tidak berkata-kata kasar kepada mereka. Bahkan di dalam Islam, mengatakan “hah” saja kepada orangtua dilarang.
Saya tahu, saya juga pernah menyakiti hati orangtua saya, saya juga pernah membuat ibu saya menangis dan kecewa. Namun, saya amat sangat berharap agar kejadian itu tidak pernah terulang lagi. Dan jika nanti Allah menguji saya dengan ujian kesuksesan, saya berharap agar Allah tetap menjaga kepala saya tetap tunduk di hadapan orangtua saya. Saya ingin, sampai kapan pun saya tetap bisa menjadi anak yang dibanggakan orangtua saya dan tidak pernah menyakiti hati dan perasaan mereka sedikit pun.
Saya tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Tapi saya berharap, cerita ini bisa jadi pembelajaran bagi kita semua. Pembelajaran bagi saya juga dan pengingat agar tidak pernah sedetik pun kita berkata kasar atau membentak orangtua kita. Agar kita senantiasa menjaga perasaan mereka. Apalagi di masa tua mereka.
Tadi saya juga sempat melihat satu acara di salah satu stasiun televisi. Di acara itu, ada seorang artis yang curhat mengenai perasaannya kepada ibunya. Namun, kini ibunya telah tiada. Saya bayangkan, andai ibu saya yang tiada, bagaimana perasaan saya?
Saya tidak tahu apakah saya akan cukup kuat menjalani hidup ini jika ibu yang amat sangat saya cintai pergi menginggalkan saya. Bahkan, saya pernah bermimpi seperti itu sebelumnya. Tiga kali. Sehingga tanpa sadar, saya menangis dalam tidur saya. Bahkan, saat terbangun dan sadar itu cuma mimpi, tangis saya tak bisa berhenti. Saya nggak bisa membayangkan hidup saya tanpa seorang ibu.
Saya beruntung karena hingga usia ke 22 ini, saya masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk bisa merasakan kasih sayang orangtua saya. Namun, banyak kesalahan yang saya lakukan. Banyak kesempatan yang saya lewatkan untuk membuat orangtua saya bangga, menyenangkan hati mereka dan membalas jasa mereka. Bagaimana jika maut itu datang sebelum saya sempat membahagiakan orangtua saya?
Sudah banyak orang-orang yang bersedih karena harus berpisah dengan orangtuanya. Sudah banyak orang yang kecewa karena belum sempat membahagiakan orangtuanya sebelum orangtua mereka pergi untuk selama-lamanya.
Bagaimana dengan anda? apakah orangtua anda masih ada? Apakah sudah ada sesuatu yang bisa anda berikan kepada orangtua anda? Apakah anda sudah membahagiakan orangtua anda? Apakah anda ingin merasakan penyesalan yang mendalam saat anda ingin melakukan itu semua tetapi orangtua anda telah pergi? Bersyukurlah kawan karena anda masih diberi kesempatan untuk melalui hari bersama orangtua anda. Manfaatkanlah kesempatan ini karena kita tidak tahu sampai kapan kita bisa merasakan kasih sayang mereka dan sampai kapan kita mempunyai waktu untuk membalas jasa mereka. Jangan sampai kita menyesal kemudian.
Untuk saudaraku yang telah ditinggalkan oleh orangtuanya, jangan bersedih. Berdoalah semoga Allah memberikan yang terbaik untuk almarhum/ah orangtua anda. Semoga semua kesalahan dan kekhilafan mereka diampuni oleh-Nya.
Mari lakukan yang terbaik untuk orangtua kita.